Cara Budidaya Belut

0

Memilih Benih Untuk tahapan selanjutnya pada budidaya belut yaitu memilih benih atau bibit belut. Agar diperoleh bibit belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih atau bibit belut yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan.
  • Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
  • Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang
  • Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. Usianya berkisar 2 bulan–4 bulan.
  • Belut mempunyai kelamin ganda (hermaprodit) pada kehidupannya. Belut ini menjalani pergantian kelamin dari betina ke jantan dalam siklus kehidupannya. Belut muda selalu berkelamin betina. Sedangkan belut yang sudah tua selalu berkelamin jantan. Dan karena sifat-sifat belut serupa itu, maka pada belut bisa terjadi masa kosong kelamin atau banci. Dengan adanya perubahan kelamin inilah pada belut sering terjadi kanibalisme, saling bunuh dan makan diantara mereka sendiri.

Induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut yang baik, berikut diberikan ciri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina. Ciri Induk Belut Jantan

  • Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
  • Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu-abu.
  • Bentuk kepala tumpul.
  • Usianya di atas sepuluh tahun.
  • Ciri induk belut betina.
  • Berukuran panjang antara 20 cm-30 cm.
  • Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda.
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya.
  • Bentuk kepala runcing.
  • Usianya dibawah sembilan bulan.

Perkembangbiakan Belut Belut sangat mudah berkembang biak di alam dan juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam dengan  media menyerupai habitat aslinya. Secara alami belut berkembang biak setahun sekali, yaitu mulai dari musim penghujan sampai permulaan musim kemarau (kurang lebih empat sampai lima bulan). Perkawinan belut umumnya akan terlihat belut jantan berbondong-bondong berenang ke berbagai penjuru ke arah tepian.

Di perairan yang dangkal itulah nantinya belut jantan menggali lubang perkawinan. Lubang perkawinan di bangun mirip leter “U”. Selanjutnya dalam lubang tersebut belut jantan membuat gelembung-gelembung udara yang membusa di permukaan air di atas salah satu lubangnya. Busa-busa tersebut berguna untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Belut jantan menanti kehadiran belut betina di lubang yang tidak diliputi busa. Setelah belut betina yang dinanti tiba, sebelum perkawinan dilangsungkan akan terjadi cumbu-cumbuan mesra terlebih dahulu.

Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan dikeluarkan di sekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan air. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan diamankan dalam lubang persembunyian.Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur-telur tersebut sampai menetas. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setiap mahluk yang mendekat ke sarang pasti akan diserang.

1 2 3 4
Share.

Leave A Reply