Budidaya Tanaman Cabai

0

Panduan Cara Budidaya Tanaman Cabai

Pada kesempatan kali ini kami dari Natural Nusantara yang telah memproduksi produk produk organik untuk keperluan budidaya baik itu budidaya tanaman pertanian, budidaya hewan peternakan maupun budidaya perikanan yang selalu berupaya untuk memberikan informasi dan panduan secara lengkap dan jelas tentang Panduan Cara Budidaya tanaman secara organik menggunakan pupuk organik natural nusantara dan menggunakan pestisida organik natural nusantara.

Pada informasi Panduan Budidaya Tanaman sebelumnya di Natural Nusantara sudah kita bahas bersama tentang Cara Budidaya Tanaman Buah Naga mulai dari awal yaitu tentang persiapan apa saja yang harus dipersiapkan termasuk kendala yang ada di lapangan sampai produk produk Natural Nusantara yang di gunakan bahkan kita sudah bahas sampai Pemanenan Budidaya Tanaman Buah Naga.

Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Cabai Secara Organik Dengan Produk Organik Natural Nusantara

Budidaya Tanaman Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, dengan ketentuan pH 5-6. Budidaya Tanaman cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.

PT. Natural Nusantara (NASA) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi pada Budidaya Tanaman Cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

Persiapan Budidaya Tanaman Cabai Natural Nusantara

Fase Pratanam pada Budidaya Tanaman Cabai

Untuk melakukan Budidaya tanaman cabai dengan mengunakan produk organik dari Natural Nusantara maka kami sarankan untuk menerapkan penjelasan yang kami berikan ini secara benar untuk mendapatkan Hasil Budidaya Tanaman Cabai yang Maksimal.

Pengolahan Lahan untuk Budidaya Tanaman Cabai
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2.
  • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu).
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2.
  • Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm.
  • Siramkan SUPER NASA (1 bt) / NASA(1-2 bt). Supernasa : 1 botol dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk. Atau 1 gembor (+ 10 liter) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.
  • POC NASA : 1 gembor (+ 10 liter) diberi 2-4 tutup POC NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 – 10 meter.
  • Campurkan GLIO 100 – 200 gr ( 1 – 2 bungkus ) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 – 2 minggu ).
Benih Budidaya Tanaman Cabai
  • Kebutuhan per 1000 m2 1 – 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30.
  • Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 – 1 tutup / liter air hangat kemudian direndam semalam.

Fase Persemain Budidaya Tanaman Cabai (0-30 Hari)

Setelah kita menerapkan panduan budidaya tanaman cabai dengan benar yaitu pada fase awal yang sudah kita jelaskan tentang Fase Pratanam pada Budidaya Tanaman Cabai yang kami harap bisa dipahami dan diterapkan oleh rekan rekan petani maka kita akan menjelaskan tentang tahapan kedua pada Budidaya Tanaman Cabai yaitu Fase Persemaian pada Budidaya Tanaman Cabai pada umur 0-30 Hari.

Persiapan Persemaian Budidaya Tanaman Cabai
  • Arah persemaian pada Budidaya Tanaman Cabai menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh untuk persemaian budidaya tanaman cabai dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
Penyemaian pada Budidaya Tanaman Cabai
  • Biji cabai yang akan kita gunakan untuk Budidaya Tanaman Cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.
Pengamatan Hama dan Penyakit pada Budidaya Tanaman Cabai
Penyakit pada Budidaya Tanaman Cabai
  • Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
  • Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
  • Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
H a m a pada Budidaya Tanaman Cabai
  • Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
  • Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
  • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip

Gunakan Selalu Produk Natural Nusantara sebagai Sahabat Sukses dalam Budidaya Tanaman Cabai

Share.

Leave A Reply