Pemanenan Pada Budidaya Buah Naga

0

Cara Pamanenan yang Tepat pada Budidaya Buah Naga

Pada budidaya buah naga kita harus benar benar mengikuti panduan dan cara dengan benar sebab untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang kita inginkan maka Tehnik dan Cara yang benar akan menentukan hasil akhir atau dalam istilah Budidaya pertanian biasa kita sebut dengan nama Panen.

Nah di Agro Cafeweb sebagai Distributor Produk Natural Nusantara yang telah memberikan informasi beragam tehnik dan cara melakukan budidaya tanaman pertanian dan tanaman perkebunan yang pada pembahasan sebelumnya sudah kita bahas bersama tentang Tehnik Pemupukan dan Perawatan Lanjutan pada Budidaya Buah Naga dengan menggunakan sistem pertanian organik dan Modern dengan menggunakan produk-produk organik dari PT. Natural Nusantara baik itu Pupuk Organik maupun Pestisida organiknya.

Ciri-Ciri buah naga siap panen :

  • Umur buah mencapai 50-55 hari sejak setelah muncul bunga.
  • Warna kulit buah mengkilat dengan sisik berubah dari hijau menjadi kemerahan.
  • Mahkota buah telah mengecil.
  • Kedua pangkal buah keriput dan kering.
  • Bentuk buah bulat sempurna dan besar dengan bobot diperkirakan 400-600 g.

Waktu panen dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.00-09.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00. Pemanenan buah naga dilakukan saat cuaca cerah dan tidak hujan. Hindari panen pada kondisi lembab karena dapat memicu serangan patogen pada saat penyimpanan.

Pemanenan buah naga harus dilakukan dengan benar untuk menjaga kualitas buah. Cara dan tahap pemanenan adalah sebagai berikut :

  • Kenakan sarung tangan agar tidak melukai kulit buah.
  • Gunakan gunting atau alat potong lain yang tajam untuk memotong tangkai buah.
  • Potong buah tepat pada tangkainya, lakukan dengan hati-hati, jangan sampai melukai kulit buah maupun percabangan tempat buah tersebut.
  • Bungkus buah yang telah dipanen dengan koran dan diletakkan ke dalam keranjang dengan posisi tangkai buah menghadap ke bawah.
  • Bagian bawah keranjang dilapisi dengan daun kering atau kertas koran.
  • Bagian atas buah juga dilapisi dengan daun kering atau kertas koran untuk mengurangi tekanan buah pada lapisan di atasnya.
  • Tinggi lapisan buah tidak lebih dari 3 lapis agar buah bagian bawah tidak menerima beban terlalu berat.
Share.

Leave A Reply