Tehnik Untung Budidaya Jagung

0

Budidaya Jagung Organik Tepat dan Efisien Menggunakan Produk Pertanian Organik Natural Nusantara

Tanaman jagung adalah tanaman yang  memiliki tingkat fotosintesis tinggi, jadi sangat memerlukan cahaya matahari. Maka lokasi yang baik untuk budidaya tanaman jagung organik adalah areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya matahari.

Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3). Dan dengan Berbudidaya Jagung dengan Tepat menggunakan pupuk organik dan pestisida organik dari Natural Nusantara maka kita akan mendapat untuk dengan cepat dan maksimal serta dapat Meningkatkan Produktifitas Hasil Pertanian.

Agro Cafeweb selaku Distributor Produk Natural Nusantara selalu memberikan informasi yang lengkap dan secara detail terperinci tentang beragam tehnik Budidaya Tanaman Pertanian seperti Tehnik Budidaya Melon dan Tehnik budidaya lainnya. Dan pada informasi tehnik budidaya pertanian kali ini Agro Cafeweb akan memberikan penjelasan dan cara budidaya jagung dengan tepat dan efisien.

Syarat Tumbuh Budidaya Tanaman Jagung

Lokasi untuk budidaya tanaman jagung sebaiknya tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu, dalam pemilihan lokasi untuk tanaman jagung, sebaiknya harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jagung, atau yang dibutuhkan oleh tanaman jagung.

Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.

Suhu optimum antara 230 C – 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.

1 2 3 4 5
Share.

Leave A Reply